Sugeng Rawuh

Selamat datang di pelayanan katering on-line Besekan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam memesan katering secara on-line. Katering besekan fokus pada pelayanan katering yang dikemas atau di bungkus baik dengan besek, dengan kardus (kotakan) dan juga dengan kertas pembungkus ala nasi padang.

# 1

Soto Bangkong

Soto Mbangkong 2 150x150 Soto BangkongSoto Bangkong

 

Soto bangkong, mendengar namanya terasa unik. Dinamakan Soto bangkong karena letaknya di daerah Bangkong itulah orang Semarang menyebutnya dengan sebutan “Soto bangkong”.

Tidak susah menemukan lokasi warung soto bangkong itu. Papan nama berukuran besar bertuliskan “Soto Ayam Bangkong Samping Kantor Pos Bangkong” terlihat jelas seperlemparan batu dari perempatan Bangkong, sekitar 1,5 kilometer ke timur dari arah Simpang Lima,Semarang. Tepat disamping papan nama tersebut Pak Sholeh Soekarno (96) dan keluarganya berjualan soto.

 

Soto bangkong  telah berdiri sejak tahun 1950 itu, berawal dari perjuangan selama sepuluh tahun lebih Pak Sholeh berjualan soto pikul. Sejauh sekitar limakilometer, dari Pasar Langgar hingga Pasar Peterongan pulang-pergi, Pak Sholeh kala itu berjalan kaki memikul angkring bambunya. “Saya berjualan berangkat dari rumah mikul soto mulai jam 7 pagi hingga jam 5 sore, paling ramai di samping kantor pos ini, sejak dulu.” Sudah lebih dari 60 tahun Pak Sholeh merintis usaha warung soto miliknya itu sampai sekarang.

 

Wajahnya selalu penuh senyum. Lihat juga penampilannya. Memakai peci hitam, kemeja lengan pendek, celana panjang bercelemek seperti seorang cheef dengan sabuk melingkar diperut yang selalu menjadi ciri khas bapak lima anak itu. Walaupun telah lanjut usia Pak Soleh dengan dibantu beberapa karyawannya tetap setia menjalankan usahanya. Bahkan, telah membuka warung cabang. Selain beberapa cabang di dalam kota juga hingga cabang di Jakarta dan Bandung. “Ya, kalau kesel, saya istirahat. Sekarang wis tuwo, cepet kesel,” katanya dengan senyum.

 

Makanan yang disajikan di warung Soto bangkong ini utamanya adalah soto ayam. Soto bangkong yang disajikan sekilas terlihat sama dengan soto-soto ditempat lain tapi jika dirasakan yang menentukan perbedaan dan kelezatannya adalah rasa kuahnya yang gurih. Walaupun begitu, menurut Pak Sholeh yang terpenting adalah rasa suka dan cocok yang menjadikan pelangganya mau datang lagi. “Sejak dulu tidak ada resep khusus atau resep rahasia, bumbunya sama dengan soto yang lain. Yang penting bumbunya pas dan pembeli jadi kangen datang lagi. Ibaratnya, warung ini pohon, kalau dirawat dikasih pupuk yang baik pasti akan berkembang”.

 

Selain soto bangkong  ada juga ayam goreng dan garang asem sebagai menu pilihan lain. Namun pelanggan biasanya datang, kebanyakan tentu saja untuk menyantap soto bangkong  atau soto ayam  seharga Rp. 8.000 per porsi itu. Sebagai pendamping makan soto, disediakan sate ayam, sate kerang, sate telor,tempe, perkedel dan berbagai variasi minuman panas dan dingin.

 

Dirintis dari etalase kecil dengan menjual lauk ibarat hanya sebanyak tiga ayam, tiga telur, dan tiga ikan yang pelanggannya dulu hanya pegawai dan karyawan kantor. Kini, pelangggannya cukup beragam, termasuk pejabat kota, pejabat provinsi hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla pada beberapa tahun yang lalu pernah datang berkunjung untuk mencicipi kuliner legendaris ini.

Incoming search terms:

  • kuliner semarang
  • resep soto bangkong
  • resep soto bangkong semarang
  • Resep Soto semarang
  • oleh oleh khas semarang
  • resep soto ayam bangkong semarang
  • resep soto ayam bangkong
  • cara membuat kemasan nasi unik
  • Papan nama warung soto semarang
  • resep soto pak soleh

lunpia

Lunpia 2 150x150 lunpia

lunpia

Lunpia 3 150x150 lunpia

loenpialunpia

Lunpia 1 150x150 lunpia
lunpialunpialoenpia

Lunpia

Lunpia adalah salah satu makanan khas kota Semarang. Warga Semarang juga menyebut makanan ini dengan nama ‘’lumpia’’ atau ‘’loenpia’’.  Lunpia adalah hasil kolaborasi kuliner Tionghoa-Jawa yang tak lekang oleh zaman. Sudah puluhan tahun, lunpia menjadi penganan favorit sebagai oleh-oleh bagi orang yang berkunjung di kota Semarang.

Bahan utama lunpia adalah rebung atau bambu muda. Sebagai pelengkap rasa diberikan isi daging kepiting di dalamnya. Proses pembuatan lunpia dimulai dari pengolahan bahan-bahan dasar tersebut. Kemudian dicampur dengan bumbu, dibungkus dengan kulit lunpia, selanjutnya digoreng.

Saat harga kepiting sebagai isi lunpia dirasa mahal oleh produsen, lalu diciptakanlah variasi isi lunpia. Sebut saja lunpia isi udang, daging sapi, telur, dan daging ayam. Walaupun berganti isi, tak mengurangi cita rasa lunpia itu sendiri.

Di Semarang, untuk mencari toko tempat penjualan lunpia dapat dijumpai di sepanjang Jl MT Haryono, Jl Gajah Mada, dan kawasan Pecinan.  Selain itu juga dapat ditemui di beberapa gerai kawasan oleh-oleh Jl Pandanaran. Menjamurnya lapak-lapak penjual lunpia menandakan banyaknya permintaan pasar. Mulai dari lapak-lapak kecil, biasa, hingga model kafe modern, semua bisa ditemukan di Semarang.

Lunpia yang ada di warung Loenpia Mbak Lien, misalnya. Gerai yang didirikan sejak tahun 1980-an itu berdiri di pinggir gang, sepelemparan batu dari Jalan Pemuda tepatnya di depan Pasaraya Sri Ratu. Disana disajikan lunpia dengan rasa orisinal. ‘’Ya, kami memang mempertahankan rasa original, karena itu terkait dengan sejarah kedai lunpia ini,’’ kata Edonis (28) generasi kelima penerus usaha Loenpia Mbak Lien.

Harga lunpia bervariasi tergantung isi. Kisaran harga dari Rp 7 ribu-Rp 10 ribu per potong. Pembeli bisa makan lunpia di tempat atau pun dibawa pulang. Lunpia yang disajikan biasanya dilengkapi dengan daun bawang muda yang dipotong seukuran jari manis, cabai rawit, acar mentimun, dan saus ‘’kanji’’ yang ditaburi irisan lembut bawang putih.  Bahkan, kalau makan di tempat, biasanya juga ditambahkan sayuran segar, semisal selada.

Perpaduan gurih lunpia dengan pedasnya cabai rawit aroma khas bawang, masamnya mentimun, manisnya saus ‘’kanji’’, dan segarnya sayuran. Sangat mengundang selera! Kunci dari kelegitan lunpia adalah pengolahan rebung. ‘’Untuk mencuci rebung, butuh waktu setidaknya setengah hari hingga liur pada rebung yang menyebabkan bau kurang sedap hilang,’’ terang Edonis.

‘’Sementara pemilihan rebung diutamakan yang muda karena rasa pun akan lebih lembut,’’ lanjut pria yang akrab disapa Edo itu.

Silahkan berburu lunpia, yang hanya ada di seputaran Kota Semarang dan rasakan cita rasa khas kuliner Kota Lunpia itu.

MIE KOPYOK

Mi kopyok Pak Dhuwur1 300x225 MIE KOPYOK

Mie Kopyok Pak DhuwurLapak Mie Kopyok Pak Dhuwur

MIE KOPYOK

Mie kopyok atau biasa disebut Mie lontong memiliki asal nama dari kata ‘’kopyok’’ dalam bahasa Jawa yang berarti aduk. Mie kopyok kebanyakan dijajakan dengan gerobak keliling dari kampung-ke kampung.

Acap dibeberapa daerah, Mie kopyok menjadi masakan kegemaran dan salah satu yang paling dicari oleh penikmat kuliner. Apalagi jika Anda pernah mampir ke Kota Semarang. Salah satu yang khas dari Kota Lunpia adalah Mie kopyok Pak Dhuwur.

Mie kopyok Pak Dhuwur adalah salah satu makanan khas Semarang yang cukup terkenal. Berada di pinggiran Jl Tanjung Semarang, Pak Sumardi (59) dengan setia melayani pembeli yang berdatangan dari pukul 08.00-16.00 WIB setiap hari. Di sana hanya menawarkan satu-satunya hidangan khas warung, apalagi kalau bukan Mie kopyok.

Saat menyantapnya, kacang cincang disambal pedas sesekali terasa di lidah menambah rasa gurih Mie kopyok Pak Dhuwur ini. Rasa sambal pedas menambah cita rasa istimewanya. Gurih, manis dengan siraman kuah bawang yang terasa segar. ‘’Sambal cabainya dicampur dengan kacang dan kuah bawangnya yang khas membuat rasa Mie kopyok menjadi sedap,’’ ujar Sumadi, sang adik yang menggantikan usaha Harso (70) alias Pak Dhuwur yang berusia hampir setengah abad siang itu.

Warung tenda Mie lontong Pak Dhuwur yang lebih populer dengan sebutan Mie kopyok Pak Dhuwur ini bisa dinikmati cukup dengan Rp 7 ribu saja per porsi.  Walaupun berjualan di sebuah tenda, Mie kopyok Pak Dhuwur yang bisa dikatakan salah satu dari segelintir makanan khas Semarang yang masih bertahan ini tidak sepi dari pembeli. Bahkan, pada jam-jam tertentu, untuk menyantap seporsi Mie, ada yang rela antre di luar tenda.

Nah, nama warung ini pun punya cerita unik. Disebut Mie kopyok karena cara meraciknya, ‘’kopyok’’ atau ‘’aduk’’. Proses memasak tauge dan Mie kuning diaduk (dikopyok-kopyok kalau kata orang Jawa) dalam air panas. Sedangkan nama Pak Dhuwur berasal dari tubuh Harso sang peMielik lama warung yang tinggi sehingga sering disebut Pak Dhuwur.

Sepintas Mie kopyok Semarang ini Mierip tahu kupat atau lontong balap Surabaya atau tauge goreng ala Bogor. Bahan dasarnya irisan lontong, Mie kuning, tauge, irisan tahu goreng dengan topping irisan seledri, bawang merah goreng, dan kerupuk karak atau gendar yang diremas dengan bumbu kuah bawang putih yang meresap.

Mie kopyok Pak Dhuwur selain dapat dijumpai di Jl. Tanjung Semrang, juga bisa dijumpai di Pujasera 10 Jl Kyai Saleh Semarang dan cabang Jakarta, tepatnya di Jl Dr Sumarno-Sentra Primer (depan Kantor Walikota Jakarta Timur). Selamat mencoba, dan buktikan cita rasa setengah abad dari Mie kopyok legendaris Semarang satu ini.

Incoming search terms:

  • resep mie kopyok semarang
  • resep mie kopyok
  • mie kopyok
  • resep mi kopyok
  • cara membuat mie kopyok
  • resep mie kopyok khas semarang

Tahu Pong

Tahu Pong1 300x300 Tahu Pong

Tahu PongTahu Pong Juga

Tahu Pong

Tahu pong istilahnya berasal dari kata ‘’pong’’ yang berari kopong atau kosong. Di Semarang banyak tempat makan yang mengusung menu tahu pong.

Tahu pong gimbal, salah satu menu yang paling digemari pembeli. Tahu pong gimbal biasanya terdiri dari dua jenis tahu (tahu pong dan tahu emplek), gimbal, dan telur.

Tahu pong yang digoreng agak kering, saat mentah hampir mirip dengan tahu jenis lain. Karena tingkat kepadatan yang rendah, saat digoreng, tahu pong bisa menggembung, dan menyisakan ruang dalam tahu tersebut. Sedangkan tahu emplek sebenarnya tak jauh beda dengan tahu pong. Tahu khas warga Tionghoa ini justru berisi padat dan kenyal. Meski dari luar tahu ini tampak kering, di dalamnya masih tampak basah, putih, dan lembut di lidah.

Pelengkap tahu pong gimbal selanjutnya adalah gimbal, (semacam rempeyek, tapi lebih tebal) udang yang dipotong-potong, serta telur ayam. Seperti yang lainnya, telur pun digoreng bulat utuh hingga bagian luarnya berwarna kuning keemasan, lalu dipotong-potong.

Sebagai pelengkap, tahu pong biasa disajikan bersama kuah (saus) kecap, acar timun, dan lobak segar yang diiris tipis-tipis. Yang membuat sedap adalah kuahnya, yang terbuat dari kecap, bawang putih, dan petis,

Ada banyak cara untuk memakannya. Misalnya, bisa dengan menyiram semua hidangan dengan kuahnya langsung atau mencelupkan satu per satu ‘’item’’ ke kuah. Bisa juga ditambah dengan nasi. Menikmati sajian tahu pong bisa dibeli dengan harga kisaran Rp 8 ribu- Rp15ribu.

Jika Anda tertarik untuk menikmati, mampirlah di kawasan Jl Depok, Semarang yang banyak terdapat tenda-tenda penjual tahu pong.  Atau anda bisa mengunjungi warung tahu pong yang paling legendaris yang terletak di Jl Gajah Mada No. 63 B. Tempat makan yang telah berdiri sejak lima dasawarsa lalu ini menjadi tujuan utama bagi pecinta kuliner yang ingin merasakan kelezatan tahu pong. Silahkan mencoba karena anda pasti suka.

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin